• 17

    Jul

    Mak Bareh

    Oleh : Muhammad Ilham Berkisahlah saya sedikit. Ada seorang nenek, sebutlah namanya Mak Bareh. Mak, karena ia sudah agak berumur, sementara - bareh - karena ia biasa menggunakan bedak bareh (beras) disetiap ia pergi berdagang ke Pasar Raya. Berdagang sayur-sayuran segar, spesialis mentimun. Sudah sekian tahun, Mak Bareh menjadi anggota tetap Pasar Raya Padang. Subuh berangkat, sore jelang senja ia pulang. “Alhamdulillah, saya bisa menyekolahkan anak saya 3 orang tamat SMA. Yang besar sudah punya anak dua dengan dua suami, kebetulan ia bercerai dengan suami pertamanya yang selingkuh. Anak saya yang kedua, bekerja sebagai sopir angkot. Terakhir, bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan rokok, ” kata Mak Bareh pada saya di suatu senja kala mau sholat maghrib di musholl
  • 1

    Jun

    Terkadang Nasionalisme Anak-Anak Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan Kita

    Oleh : Imla W. Ilham Minggu, 16 Agustus 2009. Ketika pagi menjelang, sulungku Ifa baru siap mandi dan berpakaian. Ia sedang libur sekolah. Pagi itu, ia memulai kegiatan rutinnya bila sedang libur….. bersepeda (tepatnya belajar sepeda) di seputaran komplek bareng teman-temannya. Sedangkan saya mulai “mengolah pakaian kotor” di Mesin Cuci, sementara suami saya membersihkan pekarangan samping rumah (kebun tanaman obat). Kegiatan rutin liburan mulai bergeliat di rumah dan komplek perumahan kami. Beberapa saat kemudian, Ifa datang sambil sambil sedikit marah dan bertanya kepada saya : “Ibunda, kok rumah kita tidak dipasangin bendera merah putih?”. Mati Aku ! ………….. tak bisa saya jawab. Memang, suami saya lupa memasang bendera merah putih je
  • 1

    May

    Keluguan Politik

    Oleh : Imla W. Ilham Cerita ini merupakan “cerita lama” yang luput saya posting, tentang kelucuan dan keluguan suami saya waktu ia masih kecil ketika berhadapan dengan pejabat daerah. Ceritanya begini : ……….. Kala itu, sekitar tahun 1982. Di kampung halaman kami, Air Bangis (saya dan suami satu kampung)., kedatangan Gubernur. Tahun 1980-an, Air Bangis merupakan daerah yang hampir terisolir di pantai barat Sumatera Barat. Daerah pantai yang berjarak hampir 315 km dari Kota Padang. Daerahnya indah, berbentuk teluk yang dikelilingi oleh sembilan buah pulau dan merupakan daerah transisi kultural (antara etnik Minangkabau dengan Mandahiling, karena Air Bangis berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandahiling Natal lewat laut). Air Bangis juga dikenal sebagai daera
  • 1

    May

    Politisi yang Peragawan

    Oleh : Muhammad Ilham Tanyalah masyarakat secara acak (khususnya masyarakat akar rumput) konsep demonstrasi. Mayoritas jawaban cenderung mengatakan bahwa demonstrasi adalah anarkisme, mubazir dan tidak efektif. Parahnya lagi, demokrasi diposisikan sejajar dengan pemahaman demonstrasi. Gara-gara demokrasilah, terjadi premanisme transformasi pendapat, dan seterusnya. Substansi kehilangan konteks karena telah terjadi penyuguhan demonstrasi anarkis secara berketerusan, sehingga pemahaman substansi demokrasi kena imbasnya. Jadi, janganlah heran bila ada kalangan masyarakat yang justru merindukan kondisi stabil, walau otoriter, pada masa Orde Baru. Nabalisme politik juga terlihat dari spanduk, baliho dan berbagai bentuk advertising para calon legislatif. Setiap mendekati eleksi politik (baik Pem
  • 1

    May

    Eksploitasi Agama

    Oleh : Muhammad Ilham Ada seorang teman dari kawan saya yang kebetulan “nyaleg” waktu Pemilu Legislatif 2009 yang lalu dari sebuah partai yang tidak memiliki potensi untuk “survive”. Teman dari kawan saya ini dikenal sebagai “urang pasa”, sering duduk dikedai, hobi main koa dan sangat “pa-ota”. Pokoknya, salah satu potensi vote-getter telah berhasil dikuasai - memiliki basis massa riil, khususnya di kedai-kedai. Namun, tingkat elektabilitasnya, itu cerita lain. Nah, ketika teman dari kawan saya yang (hanya) tamat SMTA swasta tidak terkenal di kota Padang ini jadi Caleg, praktis ia tak pernah lagi ke kedai memegang kartu koa dan domino. Pencitraan personal memang dipupuk dan digenjotnya habis-habisan. Ia akan tersenyum simpul, tanpa komentar
  • 29

    Apr

    (Sebenar) Politisi

    Oleh : Muhammad Ilham Berbicara mengenai politik itu mudah, dimanapun bisa dilakukan. Bila saya pulang kampung, satu hal yang sangat saya rindukan . duduk di sebuah kedai, dipersimpangan empat dekat batang sungai Air Bangis yang hiruk-bising lagi polutif. 24 jam, kedai ini hidup. Energinya sungguh luar biasa. Seluruh topik jadi pembicaraan hangat. Tanpa teori apalagi metodologi. Penguasa forum, parameternya cuma satu intonasi suara. Awal Januari kemaren saya pulang kampung. Tak lupa saya singgah ke kedai di persimpangan empat tersebut, ingin nimbrung Todays Dialog. Tanpa moderator, diskusi pun mulai. Bush yang dilempar sepatu, Megawati yang semakin cantik dan kamek, baliho-baliho caleg yang memuakkan hingga mirip iklan XL (Baca : mirip baruak bukan Luna Maya), BBM, PNPM Mand
  • 28

    Apr

    Cerita Ringan Pilkada Sumatera Barat

    Oleh : Muhammad Ilham Sumatera Barat dan mungkin juga di daerah lain, epidemi deman Eleksi Politik (dalam hal ini : Pilkada) mulai terasa. Sebagaimana halnya tahun 2009 yang lalu (Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden), maka jelang Pilkada Juni 2010 yang akan datang, memang Eleksi Politik menarik sekali melihat kesan-kesan yang kita tangkap pada masa jelang Pilkada tersebut. Setelah hampir satu tahun, publik tidak lagi disuguhi janji-janji dan seribu satu harapan, sekarang publik dihadapkan lagi pada seruan (appeal) berupa harapan dan janji tersebut. Lihatlah spanduk, baliho ataupun sticker dan ragam jenis instrumen sosialisasi lainnya. Calon Gubernur dan Wabup yang Terbukti Membuat Perubahan, Mari Babaliak ka Surau, Calon Bupati dan Wabup yang akan Sejahterakan Rakyat, Menciptakan
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post